Home » artikel tekno » Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Hexadesimal, Oktal

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Hexadesimal, Oktal

Konversi bilangan merupakan salah satu hal pokok yang harus dikuasai seorang yang ada di dunia eksak, atau lebih spesifik pada bidang teknologi digital. Ada banyak bentuk bilangan yang diciptakan, namun pada artikel ini saya akan bahas beberapa bilangan yang sering digunakan saja yaitu Desimal, Biner (binary), Hexadesimal, dan Oktal. Untuk mengerti secara keseluruhan, cukup kita pahami dasar konsepnya lebih dulu.

sistem bilangan

1. Konsep Sistem Bilangan

Sistem bilangan Desimal, Biner, Hexadesimal, Oktal sebenarnya sama hanya bilangan basisnya saja yang berbeda. Basis adalah jumlah anggota dari bilangan tersebut atau besaran dimana kita mengulang hitungan. Secara analogis misalnya saya punya sistem bilangan yang bernama HariAnggota dari bilangan hari ini adalah Senin Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Setelah Minggu kita akan mengulang hitungan lagi dari hari senin. Baiklah mari kita bahas satu per satu.

a. Bilangan Desimal

Bilangan desimal adalah bilangan yang kita pakai dalam perhitungan sehari- hari. Bilangan ini emiliki anggota {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9} = jumlahnya 10 angka maka dapat kita katakan bilangan desimal memiliki basis 10. Biasanya dalam penulisan adalah [angka](10) contoh:

23(10) artinya adalah angka 23 berupa bilangan desimal.

b. Bilangan Biner

Bilangan biner adalah bilangan yang dipakai untuk bahasa mesin dan komputasinya. Sistem komputer tidak mengenal angka 9, 5, 7 dst.. melainkan sistem komputer hanya mengenal 0 dan 1 atau true dan false untuk saling berkomunikasi data. Bilangan biner memiliki basis 2 yang anggotanya cuma {0,1}, biasa ditulis [angka](2), contoh:

10110(2) artinya adalah angka 10110 berupa bilangan desimal.

Bilangan 10110(2) dan 10110(10) adalah bilangan yang berbeda, tidak bisa disamakan!

10110(2) dibaca : satu nol satu satu nol

10110(10) dibaca : Sepuluh ribu seratus sepuluh

2. Konversi

a. Desimal ke Biner

Untuk konversi bilangan desimal ke biner kita perlu membuat pembagian hingga habis. Misalnya konversi dari 46(10) menjadi biner. Caranya:

kemudian tulis dari bawah ke atas angka yang saya beri kurung kotak, menjadi : 101110

Jadi angka 46(10) jika dikonversi menjadi biner adalah 101110(2)

a.  Biner ke Desimal

Untuk melakukan konversi bilangan dari biner ke desimal, caranya adalah dengan mengalikan masing- masing bit biner dengan hasil 2n. Contoh konversi dari bilangan 10101(2) menjadi bilangan desimal. Caranya:

Perkalian satuan dilakukan dari bit paling akhir

1×24 + 0x23 + 1×22 + 0x21 + 1×20

= 1×16 + 0x8 + 1×4 + 0x2 + 1×1

= 16 + 0 + 4 + 0 +1

= 21

Jadi angka 10101(2) jika dikonversi menjadi desimal adalah 21(10)

Nah mungkin itu dulu untuk artikel ini, pembahasan tentang oktal dan hexadesimal akan saya bahas di artikel selanjutnya. Sampai jumpa, jangan lupa ikuti blog ini agar mendapat notifikasi jika artikel menarik lainnya telah terbit.

Content Protection by DMCA.com
loading...

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.