Home » artikel tekno » Pengembangan Aplikasi Berbasis Web Menurut Roger S Pressman & David Lowe

Pengembangan Aplikasi Berbasis Web Menurut Roger S Pressman & David Lowe

Pengembangan Aplikasi Berbasis Web Menurut Roger S Pressman & David Lowe

Sebelum kita mendefinisikan kerangka proses untuk WebE, kita harus mempertimbangkan beberapa hal yang dihadapi dalam sebagian besar proyek WebApp seperti:

1. Kebutuhan berkembang dari waktu ke waktu. Ketika memulai proyek WebApp, mungkin ada ketidakpastian tentang beberapa elemen strategi bisnis, konten dan fungsionalitas yang akan disampaikan, masalah interoperabilitas, dan banyak aspek lain dari masalah ini.

2. Perubahan akan sering terjadi. Karena ketidakpastian merupakan bagian inheren dari sebagian besar proyek WebApp, perubahan kebutuhan sering terjadi. Sebagai tambahan, umpan balik pengguna (berdasarkan penilaian kenaikan yang diantisipasi) dan perubahan kondisi bisnis dapat mendorong perubahan.

3. Keterbaasan waktu. Hal ini mengurangi terciptanya dokumentasi yang detail, namun tidak menghalangi kenyataan sederhana bahwa analisis, perancangan, dan pengujian masalah harus didokumentasikan dengan cara khusus.

Dalam proses pengembangan webApp tentu saja kita harus memiliki metode atau langkah- langkah pengembangan yang jelas. Pressman memberikan alternatif untuk mengembangkan webApp dengan bagan sebagai berikut:

clip_image002

A. Communication (Komunikasi)

Langkah paling awal adalah communication atau komunikasi. Pada langkah ini developer menggali informasi dengan detail dari klien. Termasuk di dalamnya ada langkah Formulation (formulasi), Negotiation (negosiasi), dan Elicitation (kepentingan). Pada tahap formulasi, segala kebutuhan perusahaan diidentifikasi, kemudian diprediksi pula kebutuhan mendatang tentang perkembangan lingkungan kerja, hubungan webApp yang dibuat dengan aplikasi lainnya, dsb. Tahap elicitation dilakukan untuk memperoleh info tentang bagaimana webApp yang dikembangkan akan menyelesaikan masalah perusahaan atau klien. Bagian terakhir pada langkah komunikasi adalah Negotiation, dimana langkah ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dari seluruh stakeholder yang terlibat terkait webApp yang akan dibuat.

B. Planning (Perencanaan)

Tahap planning adalah tahap perencanaan segala sesuatu tentang webApp yang akan dibuat. Pembagian tugas dan penjadwalan pekerjaan, perkiraan biaya, dan manajemen risiko. Pada tahap ini termasuk di dalamnya membagi tim dan tanggung jawabnya, dan manajemen kualitas bagi produk yang dihasilkan. Ketika tahap perencanaan telah selesai dilakukan langkah selanjutnya adalah menuju tahap modelling (pemodelan).

C. Modeling (Pemodelan)

Pemodelan tak bisa lepas dari pengembangan aplikasi desktop maupun webApp. Modeling dapat membantu pengembang meahami sebuah aspek lebih mendalam tentang webApp yang akan dibuat. Ada sebuah framework modeling yang paling sesuai dalam pengembangan webApp yaitu “Web Application Architecture Framework” atau disingkat WAAF yang membuat modeling dibentuk matriks (Pressman,2009:116). Modeling berhubungan erat dengan model analisis dan model desain. Model analisis meliputi:

1. Tentukan kebutuhan yang diperlukan

2. Representasikan isi webApp

3. Identifikasi hubungan antar konten

4. Perbaiki skenario user

5. Review skenario user

6. Buat model interaksi untuk skenario yang kompleks

7. Kaji ulang kebutuhan antarmuka

8. Identifikasi fungsi- fungsi

9. Tentukan batasan dan persyaratan kinerja.

10. Identifikasi kebutuhan database

Sedangkan model desain mencakup:

1. Desain estetika webApp

2. Desain antarmuka pengguna

3. Desain skema navigasi

4. Desain arsitektur webApp

5. Desain konten dan struktur yang berkaitan

6. Desain komponen fungsional

7. Rancang mekanisme keamanan dan privasi yang sesuai.

8. Tinjau desainnya.

D. Construction (Konstruksi)

Teknologi WebE diterapkan untuk membangun WebApp yang telah dimodelkan. Setelah peningkatan WebApp selesai dibangun, serangkaian tes cepat dilakukan untuk memastikan bahwa kesalahan dalam desain (misal, Kesalahan dalam konten, arsitektur, antarmuka, dan navigasi) tidak ditemukan. Pengujian tambahan membahas karakteristik WebApp lainnya.

Proses konstruksi menyatukan semua komponen informasi dan fungsional yang harus diserahkan untuk peningkatan WebApp. Kegiatan ini melibatkan pembuatan kode dan pengujian.

E. Deployment (Penyebaran)

WebApp dikonfigurasi untuk lingkungan operasionalnya. Kemudian dikirim ke pengguna akhir, dan periode evaluasi dimulai. Umpan balik evaluasi dipresentasikan ke tim WebE, dan kenaikannya adalah Dimodifikasi sesuai kebutuhan. Tahap deployment merupakan tahap akhir pengembangan setelah produk lolos pengujian kulaitas.

About admin

2 comments

  1. mantap jiwa gan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *