Home » networking » Pengertian VLAN
Pengertian VLAN
Pengertian VLAN

Pengertian VLAN

Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. VLAN juga dapat berarti sebagai metode untuk menciptakan jaringan-jaringan yang secara logika tersusun sendiri-sendiri. VLAN sendiri berada dalam jaringan Local Area Network (LAN), sehingga dalam jaringan (LAN) bisa terdapat satu atau lebih VLAN. Dengan

demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dalam suatu jaringan, dapat di buat lagi satu atau lebih jaringan (jaringan di dalam jaringan).

Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation seperti pada gambar berikut ini

clip_image001

Gambar : Typical VLAN Constitution

VLAN ini juga mampu mengurangi jumlah data yang dikirim ke tujuan yang tidak perlu. Sehingga lalu lintas data yang terjadi di jaringan tersebut dengan sendirinya akan berkurang dan dapat mempermudah Administrator Jaringan. Setiap kali komputer berpindah tempat, maka komputer tersebut harus di konfigurasi ulang agar mampu berkomunikasi dengan jaringan dimana komputer itu berada. Hal ini membuat komputer tersebut tidak dapat dioperasikan langsung setelah di pindahkan. Jaringan dengan Prinsip VLAN bisa meminimalkan atau bahkan menghapus langkah ini karena pada dasarnya VLAN tetap berada pada jaringan yang sama dan mengurangi biaya. Dengan berpindahnya lokasi, maka seperti hal diatas, akan menyebabkan biaya instalasi ulang. VLAN dapat pula membatasi pengguna yang bisa mengakses suatu data, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan hak akses.

VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dan sebagainya. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan

dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama. Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya di gunakan untuk menghubungkan antar VLAN dan dibutuhkan router.

Konfigurasi Switch dan VLAN

Pada jaringan besar yang berskala bisnis dan enterprise – urgensi dalam memanajemen semua Swicthes yang ada dalam jaringan local sangat penting. Perlu dilakukannya konfigurasi switch untuk kemudahan memanajemen jaringan dan untuk kebutuhan tuning untuk suatu performa yang lebih bagus yang sangat menguntungkan. Jika komunikasi inter-VLAN dan antar Switches di bangun maka konfigurasi VLAN juga harus dilakukan.

· Konfigurasi VLAN

Konfigurasi VLAN pada port Switch bisa diberikan secara statis (manual) maupun secara dinamis.

Untuk melakukan konfigurasi VLAN, langkah berikut perlu dilakukan:

1. Mengubah mode VTP dari Switch menjadi Server atau Transparent mode

2. Enable Trunking padainterface inter-switch

3. Mendefinisikan VLAN

4. Memberikan port2 kepada VLAN

Sebuah switch agar bisa berfungsi untuk melakukan konfigurasi VLAN, maka harus berada pada mode Server atau Transparent

· VLAN ID method: frame tagging menggunakan ISL

· Predefined VLANs: 1, 1002, 1003, 1004, 1005

· Default VLANs tidak bisa di edit atau di-rename

· VTP mode: server

 

· VLAN Configuration commands

Yang berikut adalah table dasar command-command konfigurasi VLAN

Fungsi

Command

Men-settup menjadi VTP mode Switch (config)# vtp server
Switch (config)# vtp transparent
Enable trunking pada inter-switch interface Switch (config-if)# trunk on
Membuat VLAN Switch (config)# vlan <VLAN-Number>
Memberikan suatu port kepada VLAN Switch (config-if)# vlan-membership static <VLAN-number>

Switch (config-if)# vlan-membership dynamic

 

Contoh:

Command-command berikut untuk men-setup VTP mode dari sebuat Switch menjadi server mode, dan kemudian enable Trunking pada port Trunking pertama, membuat VLAN, dan memberikan beberapa port kepada VLAN

Switch (config)# vtp server

Switch (config)# int fa0/26

Switch (config-if)# trunk on Switch (config-if)#exit Switch (config)# vlan 20

Switch (config)# int eth0/4

Switch (config-if)# vlan-mem static 20

Switch (config-if)# exit

Switch (config)# int eth0/5

Switch (config-if)#vlan-mem static 20

Anda bisa melihat / mereview konfigurasi VLAN yang telah anda lakukan untuk memastikan kalau konfigurasi VLAN benar.

 

Show vlan –>  Me-list semua atau sebagian VLAN yang dipilih, output memberikan status VLAN dan juga port-port yang diberikan VLAN.

Show vtp –> Menayangkan status VTP dan informasi konfigurasi pada switch

Show trunk <trunk letter> –> Menunjukkan status dari port Trunk dan juga metoda encapsulation trunk

Show vlan-membership –> Me –list semua port Switch dan kenaggotaan VLAN mereka

Show spantree <number> –> Menunjukkan konfigurasi spanning tree dan informasi status untuk VLAN yang dipilih

Jenis-Jenis VLAN

VLAN dapat diklasifikasikan berdasarkan port yang digunakan , MAC address, tipe protokol.

1. Berdasarkan Port

VLAN dapat didasarkan pada port yang di gunakan olehVLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2. Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus berpindah maka Network administrator harus

mengkonfigurasikan ulang.

2. Berdasarkan MAC Address

VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap workstation /komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. MAC address merupakan suatu bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface Card) di setiap workstation. Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi sebagai anggota dari VLAN tersebut.Sedangkan kekurangannya bahwa setiap mesin harus di konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki ratusan workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan.

3. Berdasarkan tipe protokol yang digunakan

4. Berdasarkan Alamat Subnet IP

Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi suatu VLAN. Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidak mempermasalahkan funggsi router. IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan VLAN. Keuntungannya seorang user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang alamatnya di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja karena bekerja di layer yang lebih tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk meneruskan paket di banding menggunakan MAC addresses.

5. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain

Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi yang dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas untuk diterapkan pada suatu jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer protocol) hanya bisa digunakan oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.

loading...

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *